meili's Blog

just look it ☜(゚ヮ゚☜)

Penerapan Evaluasi dan Price List Asuransi

Sebelum membahas mengenai penerapan evaluasi dan price list asuransi, terlebih dahulu akan dibahas mengenai  insurable interest. Orang yang mempunyai insurable interest (kepentingan yang dipertanggungkan) dalam asuransi jiwa adalah orang yang mempunyai kepentingan langsung jika terjadi suatu risiko terhadap dirinya yang menimbulkan kerugian yang mempunyai nilai ekonomi. Insurable interest merupakan prinsip yang tidak boleh dilanggar. Perhatikan gambar dibawah ini mengenai insurable interest :

aaa

1. Tertanggung

Tertanggung bisa berperan sebagai penerima manfaat, namun apabila tertanggung meninggal maka pihak keluarga tertanggung tidak dapat menerima manfaat. Selain itu, tertanggung bisa berperan sebagai pemegang polis, namun tertanggung tidak dapat berperan sebagai beneficiary.

2. Pemegang Polis

Pemegang polis bisa berperan sebagai penerima manfaat. pihak pemegang polis biasanya pihak yang melakukan pembayaran premi secara terus menerus.

3. Beneficiary

Beneficiary bisa berperan sebagai penerima manfaat. Apabila beneficiary  meninggal maka manfaat dialihkan ke saudara kandung dari pihak beneficiary (sesuai dengan kartu keluarga) namun apabila seluruh nama yang ada didalam kartu keluarga telah meninggal maka penerima manfaat akan dialihkan ke saudara terdekat dari pihak laki-laki (ayah).

Untuk dapat menerapkan evaluasi dan price list dari sebuah program asuransi maka ada beberapa langkah yang harus diikuti yaitu :

  • Langkah 0 : Prospek ( Potential Customer )

Prospek merupakan langkah paling awal yang dilakukan untuk melihat keadaan atau kondisi pasar (Market research) . Hal ini dilakukan agar program yang nantinya ditawarkan kepada nasabah sesuai dengan kebutuhan nasabah.

  • Langkah 1 : SPAJ ( Surat Permohonan Asuransi Jiwa)

Setelah melakukan prospek, maka langkah selanjutnya yang dilakukan adalah membuat SPAJ. SPAJ adalah Surat permohonan asuransi jiwa. SPAJ biasanya terdiri dari beberapa point utama yaitu :

    • Index Number untuk nasabah
    • Nama Nasabah (termasuk nama pihak tertanggung, beneficiarry dan tertanggung)
    • Status ( Hubungan Keluarga, Perilaku/Behaviour, Pekerjaan)
    • Usia (termasuk usia pihak tertanggung, beneficiarry dan tertanggung)
    • Alamat (termasuk alamat pihak tertanggung, beneficiarry dan tertanggung)
    • Premi yang harus dibayarkan
    • Uang Pertanggungan
    • Program asuransi jiwa yang diikuti
  • Langkah 2 : Underwritting ( Analisys Risk )

Langkah berikutnya yang dilakukan setelah permohonan SPAJ, maka underwritting. Resiko yang dianalisis tentunya yang ada kaitannya dengam setiap nasabah yang memegang polis. Underwritting harus memiliki banyak data. data tersebut antara lain :

    • Data Nasabah
    • Data Tingkat kematian
    • Data Tingkat Bunga Bank
    • Data Alternatif Tingkat Investasi
    • Data Klaim ( Historis )
    • Data Behaviour (Populasi dan Kependudukan (Marketing))
  • Langkah 3 : Pricing dan Valuasi ( Actuary )

Langkah berikutnya setelah melakukan underwritting adalah langkah menentukan Pricing dan Valuasi. langkah ini menentukan program dan cadangan klaim ( Solvensi).

  • Langkah 4 : Financing dan Reporting

Hasil dari langkah 3 akan dilanjutkan ke langkah ini. bagian ini akan menentukan cadangan klaim.

Cadangan = ( Risk Based Capital ) sebesar 120%

jadi solvency minimal dari premi adalah sebesar 40%. Untuk mencapai solvency perusahaan harus melakukan investasi likuid/ short term investasi.

  • Langkah 5 : Maintenance dan Service

Hasil dari bagian ini ada 2, yaitu :

    • pengulangan evaluasi ke langkah 0 untuk tahun berikutnya.
    • menganalisis resiko pada langkah 2.

berikut ini adalah bagan penerapan evaluasi dan price list asuransi :

gambarr

 

dari bagan diatas, bagian customer service merupakan bagian penanganan pengaduan dan pengajuan klaim. selain itu, bagian ini merupakan bagian front liner. semua masalah yang diadukan dibagian customer service akan dikirim kebagia database. bagian database memiliki struktur database yang memiliki banyak sekali field,cluster,payer dan segment serta beberapa hal yang terkait dengan database. biasanya, pada bagian marketing terdapat data penghasilan perkapita dari nasabahnya sebagai salah satu faktor penentuan premi, up dan cadangan klaim dari setiap nasabahnya.

ada beberapa pihak yang berperan dalam bagian marketing yaitu :

  1. agen
  2. branches
  3. broker

agen dan branches berperan untuk mewakili kepentingan sebuah perusahaan asuransi, sedangkan broker berperan untuk mewakili kepentingan nasabahnya.

April 4, 2013 - Posted by | Sistem Informasi Akuntansi dan Keuangan | , , , , , , , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: