meili's Blog

just look it ☜(゚ヮ゚☜)

World Financial Flow

– Tahukah anda definisi dari uang ? Uang merupakan alat tukar menukar yang ada di masyarakat. Uang juga berfungsi sebagai tolok ukur kekayaan seseorang dan dengan uang yang telah terkumpul seseorang akan memperoleh kesejahteraan dalam hidup. Banyak cara yang dapat dilakukan agar seseorang bisa memiliki uang salah satunya dengan bekerja. Dengan bekerja tentunya seseorang akan menghasilkan pendapatan (income) yang nantinya bisa ditabung dan diinvestasikan untuk masa depannya.
– Perhatikan alur keuangan dunia dibawah ini :

WFF

gambar 1. world financial flow

– Dalam kehidupan, uang memiliki nilai (+) surplus dan minus (-). Sebagai contoh, si A berada dalam keadaan surplus (+) dan si B dalam keadaan minus(-). Si B ingin membuka sebuah usaha berjualan sapi. Kemudian si B meminjam uang sejumlah 500juta kepada si A sebagai modal. Karena adanya 2 kebetulan (double concidience) yaitu kepercayan dan adanya bahan (uang yang cukup) maka si A meminjamkan modal tersebut kepada si B. Pada suatu hari, usaha sapi milik si B mengalami kebangkrutan dan meninggal dunia. Si B tidak dapat mengembalikan sejumlah uang yan dipinjamnya kepada si A. Melihat kondisi ini, si A mengalami kerugian yang sangat besar dimana si B tidak dapat mengembalikan modal yang telah dipinjamnya dari si A.
– Menyadari adanya resiko berupa kerugian yang harus ditanggung oleh si A maupun si B kemudian muncullah sebuah perusahaan yang disebut BANK. Bank kemudian memberikan tawaran kepada si A agar menabungkan uangnya di Bank tersebut dengan bunga sebesar 5%. Kemudian bank juga memberikan tawaran berupa pinjaman sebesar 500juta kepada si B dengan syarat si B membayar ke bank dengan bunga sebesar 7%. Selisih antara bunga yang dibayarkan oleh si B dengan bunga yang diberikan bank kepada si A sebesar 2%. Selisih tersebut yang dikenal dengan istilah Interest Spread. Apabila suatu saat si B mengalami kerugian dan meninggal dunia maka resiko kerugian pada si B ditanggung oleh Bank. Si A sama sekali tidak mengalami kerugian. Inilah yang disebut transfer of risk dimana kerugian seseorang/perusahaan dipindahkan.
– Melihat kondisi tersebut, pihak Bank tidak dapat menanggung segala resiko yang mungkin nantinya akan dialami oleh si B. Akhirnya pihak Bank berkerja sama dengan PT. XYZ. PT XYZ bersedia menanggung resiko kematian si B dengan catatan Bank harus membayarkan sejumlah uang sebesar 10 juta rupiah, dan nantinya PT. XYZ memberikan uang sejumlah 500 juta untuk menanggung resiko yang mungkin dialami bank. PT.XYZ ini disebut dengan Perusahaan Asuransi Jiwa. Sejumlah uang yang dibayarkan oleh pihak bank kepada pihak asuransi ini dikenal dengan istilah Premi, sedangkan uang sejumlah 500 juta yang diberikan oleh pihak asuransi kepada bank untuk menanggung resiko kerugian yang mungkin dialami disebut dengan Uang Penanggungan (UP). Dengan begitu, resiko kerugian yang mungkin dialami bank akan ditanggung oleh pihak asuransi. Disinilah terjadi proses transfer of risk lagi.
– Seiring berjalannya waktu, PT. XYZ tidak dapat menanggung seluruh resiko yang mungkin dialami oleh bank. PT. XYZ hanya mampu menanggung uang penanggunan resiko kerugian bank sebesar 100juta dengan premi 2juta. Ternyata, PT. DEF bisa menanggung uang penanggungan yang tidak bisa ditanggung oleh PT.XYZ yaitu sebesar 400juta. PT DEF bersedia menanggung kekurangan uang penanggunan tersebut dengan premi sebesar 8juta. PT.DEF ini disebut dengan perusahaan Reasuransi. Reasuransi adalah proses pemindahan resiko yang mungkin dialami oleh pihak asuransi ke pihak asuransi yang lainnya. Dengan begitu, resiko kerugian yang mungkin dialami PT.XYZ akan ditanggung oleh PT.DEF sebagai perusahaan reasuransi. Disinilah terjadi proses transfer of risk lagi.
– Waktu demi waktu berlalu, PT. DEF menyadari tidak dapat menanggung seluruh resiko yang mungkin dialami oleh PT. XYZ. PT. DEF hanya mampu menanggung uang penanggunan resiko kerugian bank sebesar 100juta dengan premi 2juta. Ternyata, PT. HIJ bisa menanggung uang penanggungan yang tidak bisa ditanggung oleh PT.DEF yaitu sebesar 300juta. PT HIJ bersedia menanggung kekuranga uang penanggunan dengan premi sebesar 6juta rupiah. PT.HIJ ini disebut dengan perusahaan Retrocessi. Retrocessi adalah proses pemindahan resiko yang mungkin dialami pihak reasuransi kepihak reasuransi yang lainnya. Retrocessi merupakan perusahaan yang berada pada level tertinggi dalam manajemen resiko. Perusahaan retrocessi biasanya berada di luar negeri, dimana di negara-negara yang memiliki nilai mata uang besar seperti : Euro, Dollar, Yen,Yuan, dll. Dengan begitu, resiko kerugian yang mungkin dialami PT.DEF akan ditanggung oleh PT.HIJ sebagai perusahaan retrocessi. Disinilah terjadi proses transfer of risk lagi.
– Pada suatu ketika, si B memiliki sebuah perusahaan. Perusahaan tersebut membutuhkan mesin-mesin canggih guna membantu pekerjaan yang ada pada perusahaan si B. Namun, si B mengkhawatirkan terjadinya kerusakan mesin yang dibelinya tadi dalam jangka waktu dekat atau kurang lebih 5tahun. Akhirnya si B mencari sebuah perusahaan yang mampu menanggung resiko yang akan dihadapinya. Perusahaan tersebut adalah perusahaan PT. KLM. Si B mengasuransikan mesin milik perusahaannya kepada PT.KLM. PT.KLM bersedia mengganti kemungkinan kerusakan mesin yang dialami oleh perusahaan si B dengan uang penanggunggan sebesar 1M. PT.KLM ini dikenal dengan perusahaan Asuransi Umum atau Asuransi Kerugian atau Asuransi General. Menyadari kenyataan yang ada, PT.KLM tidak dapat menanggung kerugian sebesar 1M, melainkan uang penanggungan sebesar 300juta dengan premi 3juta. PT.KLM kemudian melakukan memindahkan resikonya kepada PT.DEF. Namun PT.DEF ternyata tidak bisa menanggung seluruh resiko yang ada, maka kemudian PT.DEF kembali bekerja sama dengan PT.HIJ. Dengan begitu, seluruh resiko si B yang mungkin dialami PT.DEF dan PT.KLM akan ditanggung oleh PT.HIJ sebagai perusahaan retrocessi, terjadilah proses transfer of risk lagi.
– Untuk memperoleh keuntungan lebih, pihak Bank kemudian mencari perusahaan lain untuk diajak kerja sama. Perusahaan tersebut adalah perusahaan TLE. Perusahaan TLE memiliki 2 anak perusahaan yaitu perusahaan ELT dan perusahaan LET. Perusahaan ELT memproduksi sepeda motor dan perusahaan LET memproduksi Mobil. Nilai jual sebuah mobil dan motor terbilang stabil, walaupun terkadang mengalami penurunan nilai jual namun bukan penurunan nilai jual yang signifikan. Disinilah muncul perusahaan ARD dimana perusahaan ini mampu memberikan leasing kepada perusahaan ELT dan perusahaan LET. Leasing adalah suatu kegiatan pembiayaan perusahaan dalam bentuk penyediaan barang-barang modal untuk digunakan oleh suatu perusahaan untuk jangka waktu tertentu. Perusahaan ARD merupakan perusahaan yang bekerja sama dengan pihak Bank dan Perusahaan TLE.
– Anak perusahaan milik perusahaan TLE yaitu perusahaan ELT dan perusahaan LET menyadari akan terjadinya resiko kepada perusahan mereka, maka untuk mengurangi dampak dari resiko yang mungkin dialami perusahaan maka kedua anak perusahaan tersebut melakukan transfer of risk. Perusahan ELT melakukan transfer of risk ke PT.XYZ dan perusahaan LET melakukan transfer of risk ke PT.KLM.
– Pasar modal dalam world financial flow memiliki pengaruh paling besar dalam memperoleh keuntungan. Di pasar modal, seseorang atau perusahaan tertentu bisa mendapatkan keuntungan dengan cara cepat dengan menjual saham dan surat hutang (obligasi). Keuntungan yang bisa diperoleh apabila memiliki saham yaitu melalui dividend dan capital gain.

  • Dividend merupakan bagian laba yang diperoleh pemegang saham atau pemegang polis asuransi atau pembagian sisa hasil usaha koperasi yang diperoleh anggota koperasi. Contoh :
    Perusahaan milik si B mempeoleh keuntungan sebesar 100juta. Kemudian 40juta dari 100juta tersebut ditahan oleh perusahaan yang mana dikenal dengan istilah retained earnings. Retained Earnings adalah sebagian atau seluruh laba yang diperoleh PT yang tidak dibagikan kepada pemegang saham (shareholders) sebagai deviden (dividend). Kemudian kekurangan dari 100juta tersebut yakni 60juta dibagikan kepada seluruh pemegang saham yang ada pada perusahaan si B.
  • Keuntungan yang didapat dalam waktu dekat penjualan (short selling) dikenal dengan istilah capital gain. Capital gain merupakan selisih antara harga beli dan harga jual saham pada saat transaksi. Contoh :
    Transaksi terjadi pada tanggal 14 februari 2012, 11.00 WIB 
    Beli -> 1 lembar = 10.000
    Transaksi terjadi pada tanggal 14 februari 2012, 15.00 WIB
    Jual -> 1 lembar = 12.000
    Selisih antara harga beli dan harga jual saham pada saat transaksi adalah sebesar 2000 rupiah. Itulah keuntungan yang diperoleh seseorang/perusahaan per lembar saham.

Keuntungan yang bisa diperoleh apabila memiliki surat hutang (obligasi) yaitu melalui diskonto.

  •  Diskonto merupakan bunga tunggal dibayarkan pada awal peminjaman uang.
    Contoh:
    Surat hutang awal berharga 450juta, setelah 3 bulan kemudian maka harga tersebut menjadi 500juta. Selisih 50 juta tersebut telah dibayarkan diawal peminjaman uang.

– Si A ingin mendapatkan keuntungan secara cepat sehingga si A membeli saham di pasar modal.
– PT.OPQ, PT.RST, PT. UVW merupakan anak perusahan dari PT.HIJ yang berada diluar negeri. Mereka membeli saham di pasar modal sehingga mereka mendapatkan keuntungan besar dalam waktu yang cepat. Pasar modal di Indonesia terbilang pasar modal yang aktif dimana terjadi kenaikan harga dan penurunan harga secara drastis.
– Si B, Bank, PT.XYZ,PT. DEF, PT.OPQ, PT.RST, PT. UVW, PT.TLE juga ingin mendapatkan keuntungan secara cepat dan lebih sehingga mereka menjual saham di pasar modal.
– Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa keuntungan yang didapatkan dari bunga tabungan (i1) di bank lebih kecil daripada keuntungan yang didapatkan dari bunga pinjaman (i2) dari bank. Bunga tabungan (i1) lebih kecil dibandingkan keuntungan yang didapatkan pada pasar modal (i3). Bunga pinjaman (i2) lebih besar dibandingkan dengan keuntungan yang didapatkan pada pasar modal (i3). Sehingga apabila digambarkan dalam rumus seperti gambar dibawah ini :

wadadgambar 2. rumus perbandingan keuntungan

Februari 14, 2013 - Posted by | Sistem Informasi Akuntansi dan Keuangan | , , , , , , , , , , , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: